Physical Address

304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124

Resiko Usaha Angkringan

Mengulik Resiko Usaha Angkringan dan Cara Mengurangi Resikonya

Angkringan adalah salah satu jenis bisnis yang sangat populer. Hal itu dikarenakan bisnis ini memang memiliki modal cukup kecil. Sehingga ada banyak orang yang mencoba untuk menjalankan bisnis ini. Angkringan sendiri sangat terkenal di kota Jogja, namun meski begitu kita juga masih bisa menemukan angkringan ini di tempat lain namun mungkin dengan nama dan menu makanan yang berbeda.

Selayaknya menjalankan sebuah bisnis kecil maupun besar, akan selalu ada resiko yang harus dihadapi oleh semua pengusaha. Oleh sebab itu jika Anda berniat untuk menjalankan bisnis ini. Ketahui dahulu apa saja resiko usaha angkringan yang mungkin akan dihadapi dan harus tahu bagaimana cara mengatasinya.

Pengertian Angkringan

Angkringan merupakan jenis usaha kuliner tradisional yang banyak ditemukan di Jawa, khususnya di wilayah Yogyakarta dan Solo. Angkringan merupakan warung makan yang berada di tepi jalan dengan tempat duduk yang sederhana seperti bangku kayu atau tikar. Makanan yang dijual pun relatif murah dan banyak dipilih oleh masyarakat yang ingin makan dengan budget terbatas. Namun, seperti jenis usaha lainnya, usaha angkringan memiliki beberapa resiko yang perlu diperhatikan.

Resiko dalam Usaha Angkringan

1. Persaingan yang Ketat

Sebagai jenis usaha kuliner tradisional yang mudah ditemukan, angkringan memiliki persaingan yang sangat ketat. Bahkan, tidak jarang beberapa angkringan yang satu dengan yang lainnya hanya berjarak beberapa meter saja. Hal ini tentu membuat calon pelaku usaha angkringan harus berpikir keras dan menawarkan sesuatu yang berbeda agar dapat bersaing dengan angkringan lainnya.

2. Ketergantungan terhadap Cuaca

Usaha angkringan biasanya dilakukan di luar ruangan dengan meja dan kursi yang sederhana. Oleh karena itu, usaha angkringan sangat tergantung pada cuaca. Pada saat musim hujan, pelanggan akan enggan makan di luar ruangan sehingga pendapatan usaha angkringan pun menurun. Hal ini tentu dapat berdampak pada keuntungan yang diperoleh oleh pelaku usaha angkringan.

3. Masalah Kesehatan

Salah satu resiko yang perlu diperhatikan dalam usaha angkringan adalah masalah kesehatan. Makanan yang disajikan biasanya dalam bentuk jajanan yang disajikan dalam kondisi terbuka. Hal ini tentu dapat membuat makanan menjadi mudah terkontaminasi oleh bakteri dan mikroba yang dapat menyebabkan masalah kesehatan pada konsumen. Oleh karena itu, pelaku usaha angkringan harus selalu menjaga kebersihan dan keamanan makanan yang disajikan.

4. Biaya Operasional

Meskipun usaha angkringan relatif murah, namun biaya operasional yang dibutuhkan tetap harus diperhitungkan. Beberapa biaya operasional yang harus diperhitungkan seperti biaya penyewaan tempat, biaya bahan baku, biaya listrik, dan biaya perizinan usaha. Pelaku usaha angkringan harus mampu mengatur keuangan dan memperhitungkan biaya operasional agar usaha dapat berjalan dengan baik.

5. Keterbatasan Lokasi

Usaha angkringan biasanya hanya beroperasi di tepi jalan atau di daerah-daerah yang sederhana. Hal ini tentu dapat membatasi lokasi usaha angkringan dan membuatnya hanya dapat dijumpai di beberapa wilayah tertentu saja. Oleh karena itu, pelaku usaha angkringan harus pandai dalam memilih lokasi agar usahanya dapat dikenal dan diakses oleh banyak konsumen. Hal ini dapat menjadi tantangan bagi pelaku usaha angkringan dalam memperluas jangkauan pasar mereka.

6. Perubahan Kebiasaan Konsumen

Tidak sedikit masyarakat yang lebih memilih makan di restoran atau tempat makan modern yang menawarkan suasana yang lebih nyaman dan elegan. Hal ini tentu dapat mempengaruhi bisnis angkringan yang cenderung mengandalkan kualitas makanan dan harga yang terjangkau. Oleh karena itu, pelaku usaha angkringan perlu berinovasi agar dapat mempertahankan bisnis mereka dan tetap bersaing dengan bisnis kuliner lainnya.

7. Regulasi yang Ketat

Seperti jenis usaha lainnya, usaha angkringan juga terikat dengan peraturan dan regulasi yang ketat. Pelaku usaha angkringan harus memperhatikan perizinan usaha yang diperlukan seperti izin usaha, izin lokasi, dan izin lingkungan. Selain itu, pelaku usaha juga harus memperhatikan aturan tentang kebersihan makanan dan lingkungan sekitar usaha.

8. Risiko Keamanan

Karena usaha angkringan seringkali dilakukan di luar ruangan dan berada di tepi jalan, pelaku usaha angkringan harus memperhatikan risiko keamanan. Hal ini terutama terkait dengan pencurian atau perampokan yang dapat terjadi kapan saja. Pelaku usaha angkringan harus mempertimbangkan sistem keamanan dan memilih lokasi yang relatif aman.

Meskipun usaha angkringan memiliki beberapa resiko, namun dengan manajemen yang baik dan inovasi yang tepat, bisnis ini tetap dapat menguntungkan dan berkembang. Pelaku usaha angkringan harus pandai dalam memperhitungkan biaya operasional, memperhatikan regulasi, menjaga kualitas makanan, dan berinovasi agar dapat bertahan dan bersaing dengan bisnis kuliner lainnya. Oleh karena itu, bisnis angkringan masih menjadi pilihan bagi mereka yang ingin memulai bisnis dengan modal yang relatif kecil.

Cara Mengurangi Resiko Usaha Angkringan

Meskipun bisnis angkringan memiliki resiko, namun ada beberapa cara untuk mengurangi risiko tersebut. Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat dilakukan oleh pelaku usaha angkringan untuk mengurangi resiko dalam bisnisnya.

1. Menjaga Kebersihan dan Kualitas Makanan

Kebersihan dan kualitas makanan adalah faktor penting dalam bisnis angkringan. Pelaku usaha angkringan harus memperhatikan kebersihan makanan dan lingkungan sekitar usaha agar konsumen merasa aman dan nyaman saat makan di angkringan tersebut. Selain itu, pelaku usaha juga harus memperhatikan kualitas bahan makanan yang digunakan agar konsumen tidak kecewa dengan rasa makanan yang dihidangkan.

2. Menentukan Lokasi yang Strategis

Lokasi yang strategis dapat menjadi kunci kesuksesan bisnis angkringan. Pelaku usaha angkringan harus pandai dalam memilih lokasi agar usahanya dapat dikenal dan diakses oleh banyak konsumen. Lokasi yang strategis dapat meningkatkan jumlah pelanggan dan omzet penjualan. Pelaku usaha dapat memilih lokasi di dekat kampus, sekolah, atau kawasan industri yang ramai.

3. Menerapkan Sistem Keamanan

Pelaku usaha angkringan harus memperhatikan sistem keamanan agar bisnisnya tidak menjadi target pencurian atau perampokan. Hal ini dapat dilakukan dengan memasang CCTV, menggandeng petugas keamanan, atau memilih lokasi yang relatif aman. Dengan menerapkan sistem keamanan yang baik, pelaku usaha angkringan dapat meningkatkan keamanan dan kenyamanan konsumen dalam makan di angkringan tersebut.

4. Mengembangkan Inovasi Produk

Inovasi produk dapat menjadi cara untuk mempertahankan bisnis angkringan dan bersaing dengan bisnis kuliner lainnya. Pelaku usaha dapat mengembangkan variasi menu atau memberikan promo-promo menarik untuk menarik minat konsumen. Dengan inovasi produk yang tepat, pelaku usaha angkringan dapat meningkatkan jumlah pelanggan dan memperbesar pangsa pasar.

5. Menjaga Keuangan dengan Baik

Manajemen keuangan yang baik dapat membantu pelaku usaha angkringan untuk mengurangi resiko bisnis. Pelaku usaha harus pandai dalam memperhitungkan biaya operasional dan meminimalisir pemborosan yang tidak perlu. Selain itu, pelaku usaha harus memperhatikan pengeluaran dan pendapatan agar dapat mengatur keuangan dengan baik dan mencapai target keuntungan yang diinginkan.

Demikianlah pembahasan kali ini mengenai apa saja resiko usaha angkringan dan cara untuk mengatasinya. Seperti yang kita tahu jika dalam membangun sebuah bisnis pastilah ada resiko yang harus dihadapi. Akan tetapi yang paling penting adalah mengetahui bagaimana cara mengatasi resiko tersebut.

Originally posted 2023-05-11 11:34:28.